Smelter Alumina Mempawah Target Produksi Kuartal III 2024

0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

sarkarinaukrirojgar.com, Jakarta – PT Mining Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Tahap 1 telah selesai dibangun di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Smelter Mempawah menjadi bukti nyata program hilirisasi yang diharapkan semakin meningkatkan pendapatan negara.

Presiden Joko Widodo bersama Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso pada Rabu (20) menyaksikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk melalui anak usahanya PT Borneo Alumin Indonesia (BAI). diamati. / 3/2023).

Hendy menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden di Mempawa yang mengikuti kunjungan pemantauan dan observasi proyek SGAR. Lebih lanjut dijelaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata visi Presiden mengenai hilirisasi bauksit terintegrasi hingga tahap industrialisasi aluminium.

Presiden mengapresiasi kelompok MIND ID yang proaktif menyelesaikan smelter alumina di Kalimantan Barat. Menurutnya, langkah cepat ini bisa menjadi contoh bagi banyak pelaku pertambangan dalam menciptakan nilai tambah mulai dari bahan mentah hingga produk setengah jadi dan jadi.

“Ini yang selalu saya sampaikan soal hilirisasi. Setelah nikel, komoditas tambangnya juga masih banyak lagi, lalu kita masukkan bauksit. Bijih bauksit paling banyak di Kalimantan Barat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2024). .

Jokowi mengatakan, pembangunan PSN sangat penting karena kebutuhan alumina sangat tinggi dan saat ini kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dari produk impor.

“Separuh kebutuhan kita masih impor. Kalau SGAR sudah dicairkan, dibawa ke Kuala Tanjung lalu diolah menjadi aluminium, kita tidak impor lagi. Itu tujuannya,” ujarnya.

 

Hendi mengatakan, MIND ID akan terus mengupayakan tugas dan kerja sama pemerintah dalam mengolah hasil sumber daya alam mineral untuk peradaban, kesejahteraan, dan masa depan cerah. Pabrik peleburan alumina ini secara langsung akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja hingga 1000 orang.

“Dengan selesainya SGAR Fase 1 di Kabupaten Mempawah, maka posisi Indonesia dalam rantai pasok global akan semakin diperkuat sehingga dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global di masa depan,” ujarnya.

SGAR Fase 1 Mempawah merupakan bagian dari upaya korporasi Inalum untuk menciptakan ekosistem industri aluminium yang terintegrasi dari hulu (bijih bauksit) hingga hilir.

Proyek SGAR Mempawah menghubungkan rantai pasok antara mineral bauksit dan smelter aluminium di Kalimantan Barat. Nilai investasi PSN sekitar USD 900,7 juta atau Rp 13,5 triliun.

Proyek SGAR Tahap 1 ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal III tahun 2024 dan dapat beroperasi dengan kapasitas penuh pada awal tahun 2025. Nantinya, smelter tersebut akan memproduksi sekitar 1 juta ton alumina per tahun dengan bahan baku 3,3 juta ton bauksit per tahun. .

 

Perlu diketahui bahwa aliran bauksit telah mencapai tahap yang lebih maju yaitu. industrialisasi, tempat produk akhir diproduksi.

Nilai tambah bauksit dari bijih menjadi bernilai USD 30 per ton dapat disuplai dengan alumina dengan harga USD 380 per ton, dan konversi alumina menjadi aluminium meningkatkan nilai tambah menjadi USD 2200 per ton. ton.

Sebagian besar produk alumina dari SGAR Fase 1 akan digunakan sebagai bahan baku utama smelter aluminium Inalum yang berlokasi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, berkapasitas 260.000 ton per tahun.

Alumina merupakan bahan baku utama produksi aluminium primer, seperti ingot, alloy, billet, batangan, keramik dan produk sehari-hari lainnya.

Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang meliputi PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Freeport Indonesia dan PT Timah Tbk.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Benteng Api Technic Alokasikan 61% Dana IPO untuk Belanja Modal

0 0
Read Time:3 Minute, 15 Second

sarkarinaukrirojgar.com, Jakarta PT Benteng Api Technic Tbk (BATR), perusahaan ke-25 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 10 Juni 2024, mengikuti alokasi modal, Laporan Laba Rugi (Capex) sebesar 61 persen dari total dana hasil IPO perusahaan. 

Dalam IPO kali ini, Perseroan akan menawarkan sebanyak 20,50% sahamnya kepada publik atau sebanyak 620.000.000 lembar saham baru dengan harga Rp 110 per saham, yang mana BATR berhasil memperoleh dana baru sebesar Rp 68,2 miliar.

CEO BATR Ridwan Sumadi menjelaskan dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan bisnis ke depan, dengan informasi sebagai berikut: 

Sekitar 38,65% digunakan Perseroan untuk membeli tanah dan bangunan dari pihak berelasi. Jadi sekitar 10,00% akan digunakan Perseroan untuk pembangunan dan renovasi.

Selain itu, sekitar 5,67% digunakan Perseroan untuk pembelian peralatan laboratorium dan 6,84% digunakan Perseroan untuk pembelian mesin produksi.

Sisanya sebesar 38,82% digunakan sebagai Beban Operasional (OPEX) berupa persediaan barang jadi dan bahan baku.

Ridwan mengatakan IPO ini merupakan peluang penting bagi Perseroan karena saat ini menurut data 6wresearch.com, Pasar Refraktori Indonesia telah mencatatkan peningkatan tingkat penerbitan sebesar 78,34% pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan akan mencatatkan CAGR pertumbuhan. 4,7% pada tahun 2026. 

“Indonesia terpaksa bergantung pada impor untuk memenuhi permintaan pasar refraktori yang terus meningkat,” kata Ridwan dalam pidatonya, Senin (10/6/2024).

Ridwan mengatakan, faktor impor pasar Refraktori tahun 2021 sebesar $204,63 juta, tahun 2017 sebesar $151,06 juta. Pada saat yang sama, Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Austria termasuk di antara pemain pasar utama pada tahun 2021, Tiongkok memperoleh pangsa pasar terbesar dengan 88,12% dan nilai sebesar USD 174,84 juta. 

Pasar ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan produk isolasi di berbagai industri seperti industri baja, industri nikel, industri tembaga, industri pupuk dan petrokimia, industri semen, industri kaca, keramik, industri kelapa sawit, makanan dan minuman, industri produksi listrik. dan lain-lain. 

“Peningkatan produksi besi dan baja, paduan nikel dan berbagai jenis mesin serta meningkatnya permintaan akan penghematan energi diidentifikasi sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar Refraktori di Indonesia. Hal ini sejalan dengan harapan kami untuk terus melanjutkannya. pertumbuhan ke depan pungkas Ridwan. 

Sebelumnya, produsen dan pedagang produk bangunan atau bahan tahan api serta jasa pemanas dan konstruksi suhu tinggi, PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 10 Juni 2024.

Berdasarkan informasi RTI, pada pukul 10.30 perdagangan perdana saham BATR akan dibuka pada harga Rp 130 per saham dengan harga minimal Rp 103 dan maksimal Rp 148. Total volume perdagangan BATR tercatat sebanyak 58.593 kali dengan total volume perdagangan 800,80 juta. Saat ini kapitalisasi pasar BATR sebesar Rp 387,20 miliar.

Benteng Api Technic akan menjadi perusahaan ke-25 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2024. Penawaran umum perdana (IPO) BATR akan menawarkan sebanyak-banyaknya 20,50% sahamnya kepada masyarakat atau 620.000.000 lembar saham baru dengan harga Rp110. per saham, BATR mendapat modal baru Rp 68,2 miliar.

CEO BATR Ridwan Sumadi mengatakan IPO merupakan langkah korporasi yang strategis. Melalui IPO ini, perseroan ingin meraih keuntungan terus menerus dan ingin terus meningkatkan pelayanannya di bidang manufaktur dan perdagangan produk asuransi serta jasa konstruksi di Indonesia.

“Selanjutnya kami berharap dapat menjadi salah satu perusahaan terdepan dalam industri ini di tanah air, hal ini sejalan dengan visi yang ingin kami capai yaitu menjadi perusahaan nasional di tingkat global, yang terdepan dan terpercaya. meningkat,” kata Ridwan saat memberikan pengarahan. BATR, Senin (10/6/2024).

Selain penerbitan saham baru, Perseroan juga menerbitkan 620.000.000 Waran Seri I atau 25,78% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat pengajuan Pernyataan Penawaran Umum Perdana untuk Penerimaan Umum. 

Rangkaian Waran Bersamaan dengan penerbitan Saham Baru terdapat Waran yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham atas nama dengan nilai minimal Rp 20 per saham dan Fee Rp 300, sehingga totalnya Rp 186 miliar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %