Pendapatan Link Net Merosot 10,19% pada 2023

0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

sarkarinaukrirojgar.com, Jakarta – PT Link Net Tbk (LINK) mengumumkan kinerja perseroan tahun 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. Pada periode tersebut, perseroan menunjukkan penurunan laba bersih dan kerugian.

Pendapatan perseroan turun 10,19 persen menjadi Rp3,93 triliun pada 2023 dari Rp4,37 triliun pada 2022, berdasarkan laporan pendapatan perseroan pada Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (22/02/2024). Sedangkan pendapatan mengalami penurunan, biaya Penyusutan Link Rp1,62 triliun, biaya jaringan dan biaya langsung lainnya Rp825,83 miliar, serta biaya tunjangan karyawan Rp437,04 miliar.

Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan total beban usaha sebesar Rp420,28 miliar, beban pembelian dan pembelian sebesar Rp347,06 miliar, kerugian pendapatan perdagangan sebesar Rp284,01 miliar, beban usaha sebesar Rp67,8 miliar, dan belanja modal sebesar Rp514,38 miliar. Pada tahun 2023, perseroan juga meraup pendapatan sebesar Rp1,13 triliun dan tambahan pendapatan sebesar Rp1,97 miliar.

Hingga informasi ini diturunkan, kerugian sebelum pajak perseroan sebesar Rp586,25 miliar. Dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 53,26 miliar, perseroan merugi Rp 532,98 miliar setiap tahunnya karena pemegang saham pada tahun 2023. Untung Rp 249,89 miliar.

Dari sisi aset korporasi meningkat menjadi Rp12,64 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp11,64 triliun pada tahun 2022. Utang meningkat menjadi Rp8,32 triliun pada tahun 2023 dari Rp6,67 triliun pada tahun 2022. Sedangkan suku bunga turun menjadi Rp 23 triliun pada tahun 2023. Dari Rp 4,97 triliun pada tahun 2022.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Axiata Group Berhad (Axiata) mengumumkan restrukturisasi perusahaannya yang berbasis di Indonesia, yaitu PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Link Net Tbk (LINK), untuk memfasilitasi transisi ke ServeCo dan FibreCo.

Strategi ini bertujuan untuk memperkuat perannya dalam mengoptimalkan peluang di pasar Fixed Broadband (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC) Indonesia yang masih sangat rendah.

XL Axiata dan Link Net telah mencapai kesepakatan tidak mengikat yang mencakup pengalihan bisnis FBB Link Net termasuk 750.000 pelanggannya kepada XL Axiata dan pembangunan gedung baru senilai 2 juta yang akan disediakan oleh Link Net yang akan digunakan oleh XL Axiata. untuk menyediakan FBB. dan layanan FMC kepada pelanggan dan banyak orang.

Setelah menambah 2 juta rumah, Link Net memiliki akses ke 6,5 juta rumah, menjadikannya FibreCo terkemuka.

XL Axiata dan Link Net akan terus menjalin perjanjian yang akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait transaksi terkait produk dan layanan.

Perjanjian ini menjadi langkah penting bagi Axiata dalam menyelesaikan transformasi XL Axiata dan Link Net Indonesia. Banyaknya pembangunan gedung baru yang dikelola Link Net untuk mendukung XL Axiata memperkuat posisinya sebagai FibreCo.

Selain itu, beralihnya pelanggan Link Net ke XL Axiata akan memperkuat posisi XL Axiata sebagai ServCo dan memfasilitasi pertumbuhan layanan FBB dan FMC di seluruh Indonesia.

Presiden dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan layanan komunikasi kami terus mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Pertumbuhan permintaan layanan FBB dan FMC yang signifikan sangat menentukan posisi perusahaan.

“Kami yakin kemitraan XL Axiata dan Link Net akan membantu kami memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan mendorong pertumbuhan FBB dan FMC di Indonesia,” kata Dian dalam keterangan resmi yang dirilis, Rabu (6/12/2023).

Ia melanjutkan bahwa dengan memperluas jaringan dan layanan infrastruktur, XL Axiata akan secara efektif menjangkau sebagian besar masyarakat di Indonesia, memenuhi kebutuhan dan minat yang semakin meningkat terhadap berbagai layanan tetap, seluler, dan konten.

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %