3 Tips Supaya Tidak Mabuk Perjalanan Saat Mudik Lebaran 2024

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

sarkarinaukrirojgar.com, Jakarta – Beberapa orang mungkin menderita mabuk perjalanan, termasuk mabuk darat, udara, atau laut, saat pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar Primadia Nariswari, mabuk perjalanan terjadi ketika seseorang kehilangan konsentrasi.

Misalnya saja saat membaca buku atau menggunakan ponsel saat bepergian dengan mobil atau kendaraan lain, ujarnya dalam siaran langsung media sosial Kementerian Kesehatan RI pada Kamis, 4 April 2024.

Beberapa orang mungkin merasa pusing atau pusing yang menyebabkan mabuk perjalanan.

Menurut situs yankes.kemenkes.go.id, mabuk perjalanan terjadi ketika penglihatan dan pendengaran Anda bergerak tetapi tubuh Anda tetap diam.

Otak kemudian mengirimkan sinyal ke tubuh, khususnya ke bagian otak yang disebut thalamus, untuk mencari tahu apa yang salah. Ketika otak Anda mengira tubuh Anda telah terkena racun, biasanya hal itu menimbulkan reaksi mual, pusing, atau muntah.

Untuk menghindari mabuk perjalanan, Ning menyarankan beberapa tips.

Perjalanan jauh pastinya membosankan, sehingga sering kali Anda memutuskan untuk bermain ponsel atau membaca buku. Namun, hal ini bisa menyebabkan mual dan pusing.

Seseorang dengan kondisi normal pun mudah merasa pusing jika terlalu sering melihat ponsel saat bepergian.

Mengutip dari website Kementerian Kesehatan, kondisi tersebut bisa terjadi karena aktivitas yang dilakukan menyebabkan telinga dan mata tidak sejajar.

Saat mata terfokus pada satu titik, tubuh berusaha menyeimbangkan posisinya akibat guncangan perjalanan. Kemudian Anda akan merasa mual atau pusing.

Ning merekomendasikan untuk tidur daripada bermain ponsel atau membaca buku dalam perjalanan pulang.

“Lebih baik tidur atau memejamkan mata karena akan mengurangi reaksi mabuk,” ujarnya.

Posisi duduk dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap timbulnya mabuk perjalanan, terutama saat duduk di bagian belakang kendaraan.

“Saat duduk di kursi belakang, getaran kendaraan cenderung lebih terasa sehingga meningkatkan risiko mabuk perjalanan,” kata Ning.

Oleh karena itu, bagi orang yang rentan mengonsumsi alkohol berlebihan, Ning menyarankan untuk memilih posisi duduk menghadap ke depan untuk mengurangi rasa mabuk.

“Cari tempat duduk di depan, biar dia minimal bisa lihat jalan, biar lebih berguna,” ucapnya.

Saat bepergian dengan kapal, kereta api atau bus, hindari melihat ke belakang.

Duduk menghadap ke depan saat mengemudi dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan.

Tip lainnya adalah minum obat untuk mencegah mabuk perjalanan. Namun, Ning mengingatkan, jika ada penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

“Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa obat yang akan membantu mengurangi mabuk. Namun jika menderita penyakit tertentu, ada baiknya berkonsultasi dulu ke dokter mengenai obatnya,” ujarnya.

Mabuk perjalanan bukanlah penyakit serius dan dapat diobati dengan obat anti mabuk perjalanan, yang dianjurkan untuk diminum satu hingga dua jam sebelum perjalanan. Anda juga bisa meminum obat ini sebelum atau sesudah gejala muncul. 

Namun perlu diingat bahwa beberapa obat pencegah mabuk perjalanan memiliki efek samping yang menyebabkan kantuk. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengonsumsi obat ini saat harus mengemudi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %